Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
holcomb06ankersen:   Followers: 0 ; Following: 0


Berikut Ialah Macam-Macam Majas Serta Pemahamannya



Perumpamaan, Majas Pertikaian, Majas Karikatur, Majas Pengumuman. Majas yakni bahasa mempesona yang dipakai untuk mengatur susunan kata2x yang di akhirnya berniat untuk meraih efek khusus agar terwujud sebuah signifikansi imajinatif untuk penyimak / pendengarnya, baik secara suara ataupun tertulis.

Perihal arti majas di pelajaran Tata susila Indonesia memanglah cukup besar, seperti yang terdapat pada puisi, puisi lama, serta puisi maupun kreasi yang lain.

Kecuali itu, ada pengertian atau definisi unik yang mengkritik tentang majas, yaitu penggunaan gaya kaidah untuk mencatat nuansa unik hingga membuat kesan kata-kata yang lebih imajinatif.

Bicara menyerempet contoh beberapa macam majas diantaranya, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Alegori dan sebagainya ialah hal superior untuk Engkau yang ingin mempelajari kian jauh satu diantara materi atas mata bidang Bahasa Nusantara di bersekolah ini.

Seperti bahasa yang baik beserta menarik tentunya akan memproduksi setiap pembacanya merasa tertarik untuk menyimaknya, bahkan sampai berulang kali.

Pemanfaatan majas yang baik pada membuat sebuah puisi sekalipun cerita jadi syarat telak apakah vokal itu memukau atau gak. Oleh karenanya juga, kesangkilan yang elok dalam berbahasa mutlak dibutuhkan untuk Engkau yang ingin memahami dunia penulisan, entah itu novel, puisi, atau pun pantun.

Maka perbanyaklah merangkai beragam struktur bahasa dalam pikiran dan tulisan Engkau lalu tulis di jurnal setiap harinya agar pegiat Anda makin terlatih untuk membuat majas dengan seperti yang memikat. Untuk memahami lebih jelas tentang majas, berikut tiruan majas serta macam-macam majas beserta pengertiannya.

Pada dasarnya, majas bisa dibedakan menjadi 4 kelompok / golongan. Serta dari empat macam-macam majas itu, masing-masing memiliki turunan dan jenis kelompok yang akan dibahas berikut ini.

Majas terdiri atas:
— Majas Perbandingan
— Majas Pertentangan
— Majas Sindiran
— Majas Persetujuan

Setelah lebih dari kita mempertemukan mengenai rupa dan jenis-jenis majas yang ada pada struktur bermoral Indonesia. Berikut ini akan dijelaskan secara komplit bagaimana takrif majas tersebut beserta contohnya.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang memberitahukan perbandingan untuk menambah aksen dan pengaruhnya pada pendengar maupun pembaca. Ditinjau / dilihat dari jalan pengambilan perbandingannya, Majas Perumpamaan terdiri untuk:

1) Persekutuan atau Kias

Majas aliansi atau perumpamaan yaitu perumpamaan pada 2 hal yang pada hakikatnya gak sama, namun sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh pemanfaatan kata serupa, bagaikan, asalkan, seperti, serta laksana. Contoh majas blok atau perumpaman yaitu berikut ini,

Contoh:
– Semangatnya keras bagaikan gemuk.
– Mukanya pucat bagai mayat.
– Wajahnya asfar bersinar seolah-olah bulan badar
– Rambutnya bak virgo yang terurai.
– Dia mewarisi semangat seperti seekor singa.
– Badannya diantaranya samson.
– Watak dan karakternya menyerupai batu

2) Metafora

Misal yaitu majas yang meluluskan ungkapan secara langsung berbentuk perbandingan analogis. Penggunaan perintah atau grup kata meski dengan pendapat yang sesungguhnya, tetapi sebagai lukisan yang berdasar dalam persamaan / perbandingan, umpamanya tulang punggung di kalimat pemuda yaitu tumpuan negara. Kaca majas misal seperti dalam bawah itu.

Contoh:
– Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
– Raja terang keluar dari ufuk timur
– Jonathan adalah bintang kelas jagat.
– Rezeki karunku (sangat berharga)
– Dia dianggap anak emas majikannya.
– Taman bacaan adalah kedai ilmu.
– Ia sangat terpukul dengan kepergian potongan hatinya
– Rosyid selalu menjadi kartika kelas setiap semester
– Ronaldo sebagai mesin pencetak gol bagi Madrid
– Pak Tono adalah tangan kanan ayahku.
– Si kutu jurnal itu rongak sekali terserondok rumah.

3) Personifikasi

Personifikasi yaitu majas yang mengibaratkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki kelakuan seperti pribadi.

Contoh:
– Badai berkecamuk dan merontokkan rumah warga.
– Ombak berkejar-kejaran di tepi rantau.
– Peluit wasit mendering panjang menandai akhir daripada pertandingan ini.
– Tahi angin rintik menari-nari diatas genting
– Kebakaran telah mengambil seisi bait gubuk tersebut

4) Alegori

Alegori ialah Menyatakan secara cara beda, lewat kiasan atau penggambaran. Alegori yakni majas pedoman yang pelik satu serta yang yang lain dalam kompi yang utuh.

Contoh:
Teman hidup sebagai nahkoda, Istri guna juru mudi

Figuratif biasanya maujud cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Tiruan:
– Prosesi hidup manusia seperti sungai yang menusuk menyusuri tebing-tebing, yang kapan-kapan sulit ditebak kedalamannya, yang rela nampi segala kotoran, dan yang pada akhirnya berhenti tatkala bertemu beserta laut.

– Menjalani umur rumah tangga kolektif halnya laksana kita menjalankan lautan secara sebuah bahtera. Terkadang aku akan untuk menyaksikan keindahan samudra yang sangat menakjubkan. Namun tak rumpang kuatnya ombak akan mengombang-ambing tubuh kalian http://www.ilmubahasa.net/2014/11/macam-macam-gaya-bahasa-majas.html .

– Jagat ibarat tumbuhan hijau yang menyihir pada setiap mata yang memandang. Cantik dan amat menakjubkan. Namun lambat laun ia akan menguning, kering dan pada akhirnya musnah

5) Simbolik

Simbolik yaitu majas yang menjalankan suatu sesuatu dengan mengaplikasikan benda, satwa, atau tumbuhan sebagai representasi atau logo.

Contoh:
– Ia besar sebagai buaya darat.
– Wisma itu gosong dilalap si jago merah.
– Ia ialah seorang sekar desa
– Bunglon, pengenal orang yang tak berpendirian
– Melati, lambang ketakwaan
– Padma, lambang pengorbanan
– Aku tidak sukaria berteman beserta bunglon (tidak berpendirian)
– Pada tarikh ini KPK berhasil meringkus banyak tikus. (koruptor)
– Meminjam duit dari lintah darat bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah keuangan.

6) Metonimia

Metonimia yaitu majas yang menggunakan ciri / lebel daripada sebuah benda untuk mengirim benda itu. Pengungkapan ini berupa penggunaan nama untuk benda unik yang menjadi merek, gambaran, atau tanda.

Contoh:
– Di kantongnya selalu terselib gudang gusar. (maksudnya sigaret gudang garam)
– Pada setiap pagi Rama selalu mengisap kapal elektrik. (maksudnya tembusan kapal api)
– Rama pulang atas luar ruang naik garuda (maksudnya pesawat)
– Ia berangkat ke rumahku hanya dengan memakai Cubitus. (kaus)
– Kemas Toni bertambah ke pangkalan dengan Bata (sepatu)
– Ayah menduga koran lalu menikmati Kapal Api (kopi)
– Setelah makan, Versi minum mono gelas Aqua. ( larutan )
– Pejalan kaki itu tuntas tertabrak Kijang. (mobil)
– Pak jongos menegornya sesudah kepergok menghisap Jarum (rokok)

7) Sinekdok

Sinekdok ialah majas yang mengatakan potongan untuk menggantikan benda dengan keseluruhan / demikian sebaliknya. Majas sinekdok terdiri bagi dua wujud berikut.

1) Pars membela toto, ialah menyebutkan beberapa untuk kesemestaan.
Contoh:
(a) Hingga era ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Tiap-tiap kepala memperoleh Rp. 300. 000.
(c) Untuk mampu masuk ke swalayan malam, perkepala hanya ditarif biaya lebih kurang Rp. 10. 000 sekadar.
(d) Rama membeli satu ekor kambing untuk disembelih dan dijadikan gulai.

2) Totem membela parte, adalah menyebutkan menyeluruh untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final badminton Rt. 03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia bakal memilih idolanya malam nanti.
(c) Barcelona mencetak poin kemenangannya di menit ke 80.
(d) Menonton TV memberikan perbawa negatif dalam perkembangan budak.
(e) Polri berhasil merejeng kawanan perampas yang acap beraksi di daerah Lampung Utara.

8. Simile

Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan secara kata depan dan penghubung, sebagaimana layaknya, bagaikan, ” sebagai “, ” ibarat “, ” misal “, seolah-olah “.

Rupa:
– Situ umpama larutan aku seperti minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cita berkorban apa saja.
– Tubuhnya sebagaimana tiang yang tinggi menjulang.
– Wajahnya bercahaya bagaikan rembulan yang selalu menggahar kegelapan malam.
– Dia pemberani bak seekor singa yang tidak pernah gentar dengan musuh sekuat apapun
– Kerjanya diantaranya mesin yang bukan pernah habis.
– Wataknya seperti kerakal yang luar biasa sulit untuk dilunakkan.

B. Majas Polarisasi
Majas Perdurhakaan yaitu “Kata-kata berkias yang menyatakan polarisasi dengan yang dimaksudkan tadinya oleh pembicara atau pereka dengan penentuan untuk memperhebat atau menumbuhkan kesan & pengaruhnya di dalam pembaca / pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut:

1) Antitesis

Kutub yaitu majas yang mengimplementasikan pasangan perintah yang berseberangan artinya.

Tiruan:
a) Tua renta muda, raksasa kecil, ikut meramaikan kegiatan itu.
b) Miskin seperti, cantik buruk sama selalu di kesayangan Tuhan.
c) Dia tingkah laku siang silam untuk mengaktualkan cita-citanya
d) Menang rontok merupakan substansi yang biasa dalam 1 buah pertandingan
e) Perjalanan terkayan-kayan Jakarta Kab. bogor memakan zaman yang tidak terlalu lama
f) Pekerjaan pangkalan tidak tahu menghalangi hobinya untuk bertambah turun bukit

2) Polaritas

Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pengumuman dan penonton yang siap.

Contoh;
a) Aku merasakan sendirian pada tengah kota Jakarta yang gempar ini.
b) Hatiku merintih di pusat hingar gamat pesta yang sedang berlanjur ini.
c) Di balik senyum manisnya tersembunyi luka yang mendalam
d) Meski iklim sangat bergolak, pikiran mesti dingin
e) Selalu tersedia hikmah yang dapat kita petik daripada setiap musibah

3) Hiperbola

Majas hiperbola yaitu majas yang berbentuk pernyataan penuh dari sesungguhnya dengan penentuan memberi kesan mendalam / meminta minat.

Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah udara.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut rangka.
c) Keringatnya sampai menganak sungai.
d) Tak jauh seorang ayah harus mencampakkan tulang demi keluarga.
e) Setiap hari dia menguras keringat demi mendapatkan sesuap nasi
f) Ia dapat menghitung secepat sinar

4) Litotes

Litotes adalah majas yang menyatakan zat dengan cara yang paradoksal dari kenyataannya dengan memperkecil atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya secara nasi serta air bersih saja.
b) Mengapa sampeyan bertanya saat orang yang bodoh sebagaimana saya
ini?
c) Hanya kado mungil ini yang bisa aku berikan.
d) Mampirlah sejenak untuk mencoba hidangan yang ala kadarnya tersebut.
e) Sokong hamba yang bodoh berikut untuk menyertakan pendapat.
f) Saya hanya orang desa yang mendapat laba mengenyam pendidikan.
g) Seharga hal rendah seperti ini yang bisa saya perbuat

C. Majas Persetujuan

Majas Perbandingan adalah temberang berkias yang menyatakan persetujuan untuk merangsangkan kesan & pengaruhnya terhadap pendengar / pembaca. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut:

1) Pleonasme

Pleonasme ialah majas yang memakai ocehan secara sok dengan maksud menegaskan parafrasa suatu pertuturan.

Contoh:
a) Semua siswa yang dalam atas mudah-mudahan segera susut ke kaki gunung.
b) Itu mendongak ke atas menyaksikan sandiwara pesawat tempur.
c) Semata penghuni rusun bergegas rugi ke lembah untuk menyingkir dari obor.
d) Puasa baginya untuk mundur kincit.
e) Cuma perwakilan demonstran saja yang diperkenankan masuk ke di dalam untuk meakukan negoisasi.
f) Sedari tadi ia seharga merunduk ke bawah maksimum penyesalan
g) Serentak para penonton mendongak ke atas menyaksikan manufer mesin tempur TNI AU.

2) Repetisi

Repetisi yaitu majas perulangan temberang sebagai pengumuman.

Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut satria kita, marilah kita terima idola kalian, marilah aku sambut ananda bangsa.
c) Hidup adalah perjuangan, hidup adalah preferensi, hidup merupakan realita yang harus aku hadapi.
d) Dunia tersebut adalah fana, dunia itu hanya teritori bersinggah, jagat ini hanya sementara.
e) Cinta adalah misteri, Cita adalah kesetiaan, Cinta merupakan pengorbanan.
f) Hiduplah dengan visi, hiduplah dengan misi, hiduplah untuk menggapai prestasi

3) Analogi

Paralelisme yakni majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Kaca:
a) Hasrat adalah pengertian
b) Cita adalah ketaatan
c) Gelisah adalah rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi yaitu majas penegasan dengan mengulang kira-kira kali 1 buah kata di dalam sebuah kalimat dengan prinsip menegaskan. Kadang kala pengulangan tersebut memakai tanda bersinonim.

Kaca:
a) Meski, bukan, tidak itu maksudku. Aku seharga ingin berunding saja.
b) Seharusnya guna sahabat aku hidup bantu-membantu, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks

Pucuk yaitu majas yang memberitahukan beberapa hal secara sambung-menyambung dan makin lama bertambah bertambah.

Rupa:
a) Seluruh pihak sejak anak-anak, cukup umur, sampai pengampu pun menyidik lomba Agustusan.
b) Kepala RT, RW, Kepala Desa, Tetua, bahkan Kepala sekalipun tidak mempunyai wewenang untuk mengelola hal karakter seseorang.

6) Antiklimaks

Antiklimaks yaitu majas yang menyatakan beberapa hal secara berulang-ulang yang bertambah lama makin mengalami penurunan.

Contoh
a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa pun hadir di pesta perayaan kelulusan tersebut.
b) Di kota serta desa hingga pelosok kampung semua orang2 merayakan HUT RI di -62.
Produk kami telah tersebar diseluruh daerah dari provinsi, metropolis, kecamatan terutama desa.

7) Retorik

Retorik yaitu majas yang bercorak kalimat bertanya tetapi gak membutuhkan petunjuk. Tujuannya meluluskan penegasan, satire, atau menggugah.

Contoh:
a) Kata sapa cita-cita mampu didapat pas dengan bersekolah formal aja?
b) Apakah ini orang yang sepanjang ini awak bangga-banggakan?
c) Enak sungguh bolos madrasah? Besok ulangi lagi akur!
d) Sampeyan selalu menyelamatkan diri ketika awak sedih. Apa pun ini yang kamu beberapa sahabat?
e) Negara aku nampak semakin carut-marut. Segala sesuatu ini yang orang sebut “revolusi mental”?

D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan aksen dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Majas sindirian dibagi sebagai:

1) Ironi

Ironi yaitu majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan penentuan untuk mengias seseorang.

Tiruan
a) Berikut baru namana siswa versi, setiap hari selalu kembali malam.
b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak bisa Aku mengaji.
c) Wangi sekali parfum yang sampeyan pakai, mencapai berbatas seisi kelas merasa pegal hati.

2) Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara refleks pada orang2 lain

Kaca:
a) Perkataanmu tadi amat menyebalkan, gak pantas diucapkan oleh manusia terpelajar sebagaimana dirimu.
b) Lama-lama awak bisa jadi puyeng melihat ragam lakumu yang tidak wajar itu.
c) Caramu mengaji tidak mencerminkan bila kamu pernah belajar dalam pesantren.

3) Sarkasme

Sarkasme yaitu majas sindiran yang paling berangasan. Majas berikut umumnya disampaikan oleh orang yang pada itu marah.

Rupa:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kau!
b) Pokok kerbau dongok, kerja seperti itu saja gak becus!

Post by holcomb06ankersen (2017-01-03 23:49)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2017 - postbit.com